Sunday, July 10, 2011

Ini Nasi yang Kusuap

Lama tak berpuisi. Salah seorang teman zaman persekolahanku di Kedah mengingatkan aku dan rakan-rakan tentang satu sajak yang menghiasi dinding salah satu sudut sekolahku suatu ketika dahulu. Berkat ingatannya yang kuat terhadap 2 baris rangkap pertama sajak itu, aku berjaya menemukan bakinya dengan bantuan enjin carian laman sesawang yang terkenal (Google). Terimalah sajak "Ini Nasi Yang Kusuap", nukilan Masuri SN,
-Hafiz Safwan-


Ini Nasi Yang Kusuap ~ Masuri S.N

Ini nasi yang kusuap
pernah sekali menjadi padi harap
melentok dipuput angin pokoknya kerap
tenang berisi tunduk menatap



Ini butir nasi yang kukunyah
sedang kutelan melalui tekak basah
jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir



Angin kencang mentari khatulistiwa
membakar raga petani di sawah
panas hujan dan tenaga masuk kira
dan nasi yang kusuap campuran dari manusia



Ini budi yang kusambut
pemberian lumrah beranting dan bertaut
ini nasi hasil dari — kerja
kembali pada siapa yang patut menerima



Jadi yang kumakan bukan berasal dari nasi
tapi peluh, darah, dalam isi mengalir pasti
jadi kutelan bukan berasal dari padi
tapi dari urat dari nadi seluruh pak tani



~ Masuri S.N
Sumber asal - Dunia Penyair

No comments:

Post a Comment